Kabar Mojokerto - Tumpukan sampah yang memadati aliran Sungai Sadar di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, semakin memprihatinkan. Sampah tersebut menumpuk di dua jembatan, yang terletak di Dusun Grogol Gede, Desa Gebang Malang, dan Dusun Wonoayu, Desa Kepuhanyar.
Kedua jembatan ini terpisah sekitar 1 kilometer, dan terancam mengalami kerusakan akibat banyaknya sampah yang menghalangi aliran sungai.
Pantauan tim Kabar Mojokerto di lokasi, kondisi kedua jembatan ini sangat memprihatinkan. Tumpukan sampah, baik organik maupun anorganik, memadati kedua jembatan tersebut. Sampah yang terlihat di antaranya adalah sampah rumah tangga, plastik, kayu, ranting pohon, eceng gondok, kangkung, hingga bangkai binatang.
Baca Juga: Eceng Gondok, Batang Pohon hingga Sampah Menginvasi Sungai Brantas di Mojokerto
Tumpukan Sampah Sejak Akhir November
Richo (24), salah satu warga Dusun Grogol Gede, menjelaskan sampah pertama kali mulai menumpuk di bawah jembatan sejak Sabtu, 30 November 2024. Pada waktu itu, tumpukan sampah belum terlalu parah dan warga masih bisa membersihkannya. Namun, pada Selasa, 3 Desember 2024, tumpukan sampah kembali meningkat, bahkan semakin parah pada Jumat, 6 Desember 2024.
"Saat itu arus sungai sangat deras, air hampir meluap. Sampah begitu padat hingga jika saya pijak, tidak ambles," ungkap Richo kepada wartawan pada Sabtu, 7 Desember 2024.
Menurut Richo, sampah-sampah ini terbawa oleh arus sungai dari arah barat. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi kerusakan jembatan dan dampak negatif lainnya. Selain menimbulkan pemandangan yang tidak sedap, tumpukan sampah ini juga menyebabkan bau tak sedap yang mengganggu warga setempat.
"Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan banjir. Yang paling dikhawatirkan warga adalah jembatan ini bisa jebol," jelasnya.
Baca Juga: Pintu Air Ditutup, Sungai Pohgurih di Mojokerto Kotor dan Bau
Kesulitan dalam Membersihkan Sampah
Richo juga menambahkan tumpukan sampah ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibersihkan secara manual. Warga hanya bisa mengandalkan alat sederhana seperti celurit yang diikat pada ujung batang bambu. Beberapa warga bahkan turun langsung ke sungai untuk memangkas tanaman air dan mendorong sampah agar terbawa arus sungai.
"Kadang, sampah kayu yang sudah kering kita bakar di sungai," tambahnya.
Baca Juga: Jorok! Tumpukan Sampah di Sungai Mojokerto Resahkan Warga
Dampak Sampah bagi Warga Dusun Wonoayu
Artikel Terkait
Sampah di Sungai Mojokerto Tetap Melimpah, Meski Rutin Pembersihan
Jadi Jalur Alternatif Pekerja Pabrik, Jalan Penghubung Mojokerto-Sidoarjo Rusak Parah
Jorok! Tumpukan Sampah di Sungai Mojokerto Resahkan Warga
Pintu Air Ditutup, Sungai Pohgurih di Mojokerto Kotor dan Bau
Eceng Gondok, Batang Pohon hingga Sampah Menginvasi Sungai Brantas di Mojokerto